- hati yang selalu bersyukur
- pasangan hidup yang sholih
- anak yang sholih
- lingkungan yang kondusif
- harta yang halal
- semangat memahami agama
- umur yang berkah"
— (via bungabiru)
— (via bungabiru)
— Tia Setiawati Priatna (via karenapuisiituindah)
Entah kenapa, perasaan ini jadi tak karuan saat melihatmu. Memang terkesan aneh, mungkin karena aku terlalu mengagumimu. Seorang pengagum yang tak pernah kau ketahui. Tapi itu adanya. Aku cemburu pada mu. Cemburu akan sifat-sifatmu yang seolah-olah kau bagaikan tongak kebenaran. Aku ingin sepertimu, ingin berdampingan denganmu untuk maju dan menundukkan kepalsuan. Aku ingin mencari ridho-Nya bersamamu, istri dan anak-akankku kelak , menjalankan segala perintah dengan bimbinganmu. Dan menjadi imam sesuai tauladan nabi
Tue,15th May 2012
—
-Rahne Putri (via sadgenic)
ini ada saat dulu..
(via rizkasantoso)
We so much so many times want to find this unhealthy- happily-ever-after in our life. Be it having the a good pay job yet dirty income, getting things on loans we cant even imagine to pay,extravagent fairytale wedding, a perfectly fabiricated love story(like in the movies)… Almost everytime, our minds are clouded by these temporary wants, that we so much struggle to achive them till we forget the good and bad, the right or wrong… Only for that fabricated lie;happily ever after. And forget that “here-after” is much better. Kahirun & abqa. Way way way better and ever lasting. (Taken with instagram)
(via tersenyum-melihat-langit)
— Ilham Malam (via namasayakinsi)
(via risalatulamanah)
— Utary Aryani