- binatang purba : .....
- pemburu : .....
- binatang purba : aku percaya kamu pasti bisa mendapatkan orang yang lebih baik untukmu dari pada ini
- pemburu : aku gak mau. mau 10 tahun lagi mau 20 tahun lagi, aku sakit begini setiap kali mengingat kamu. aku gak mau. aku gak bisa
- binatang purba : aku yakin kamu pasti bisa. aku yakin kita bisa
- pemburu : .....
- 23rd May
2013 - 23
- 18th May
2013 - 18
- 17th May
2013 - 17
Tamiya becomes real :D
Lamborghini Egoista Concept
To commemorate its 50th anniversary, Lamborghini teased the supercar, something it says “is designed purely for hyper-sophisticated people who want only the most extreme and special things in the world.”
My God, it seems like designed for Mars’s market, haha.. too weird for now, but awesome for some people. Do you want it? :DDas Kampfflugzeug ohne Flügel!
- 8th May
2013 - 08
Kenapa memohon kepada bintang jatuh jika kau bisa meminta langsung kepada Penciptanya?
Kenapa berterimakasih kepada semesta jika kau dapat bersujud syukur langsung kepada Penciptanya?![]()
- 27th April
2013 - 27
Terimakasih Tuhan, Engkau pernah mengizinkanku untuk mengenal beliau. Engkau pernah pengizinkan untuk kami berkumpul bersama dalam forum olimpiade. hanya singgah untuk meminum air tetapi sudah sangat berarti bagi kami. sekarang tidak ada pangilan pak die lg. selamat jalan guru kami - Bp. Sudarmadi - semoga amal idadah beliau di terima di sisi-Nya. amin.
- 26th April
2013 - 26
Allah, jauhkan kami dari kesempitan akal dan hati, serta ketakutan akan masa depan. Aamiin. – Read on Path.
- 25th April
2013 - 25
Yang masih (berniat) nyontek, yang males2an belajar, yang macet skripsi, yang takut UTS…jangan kalah sama pak Tarlan dong :D
*ntmsmenyontek itu soal harga diri, junjung tinggi harga diri dengan tidak menyontek…
(via khoiriyalatifa)
- 14th April
2013 - 14
Kereta
Don’t judge people easily. You don’t know better, never.
Ada orang tua yang duduk bersama anaknya yang berumur 25 tahun di dalam kereta. Tampak sekali keceriaan dan kegembiraan di wajah anaknya yang duduk di samping jendela kereta.
Pemuda itu mengeluarkan tangannya dari jendela dan merasakan terpaan angin seraya berkata riang,
“Ayah…ayah…lihatlah, pepohonan berjalan berkebalikan dengan arah kereta!”
Orang tua itu hanya tersenyum memandangi anaknya yang bergembira.
Di sampingnya, duduk pasangan suami istri yang mendengar perbincangan orang tua dan anaknya itu. Mereka tampak risih dan terganggu dengan perilaku pemuda yang berumur 25 tahun, tetapi bertingkah seperti bocah. Lagi-lagi, pemuda itu berteriak kegirangan melihat pemandangan yang dilaluinya,
“Ayah…lihat…awan itu juga berjalan mengikuti kereta!”
Semakin risih dan jengkellah pasangan suami isrti yang duduk di sampingnya itu. Ketika itu hujan turun. Tetesan air hujan menerpa tangan pemuda yang sedang meluapkan kegembiraan,
“Ayah…ada hujan, airnya mengenai tanganku..Lihatlah wahai ayah !”
Kali ini, pasangan suam istri itu tak mampu lagi menahan kekesalannya. Lalu mereka berkata,
“Kenapa tak kau bawa anakmu ke dokter agar sembuh dari sakit (gila)nya !”
Orang tua itu menjawab, “Kami baru saja pulang dari rumah sakit, dan ini adalah hari pertama anakku bisa melihat dalam hidupnya setelah tadinya ia buta sejak lahir…”
(Mamlakatul Qashash Al-Waqi’iyah, diterjemahkan oleh : Ustadz Abu Umar Abdillah; Pimred Majalah Ar-Risalah)
(via Secangkir Kopi)
